London – Semakin besarnya kekhawatiran dunia akan terjadinya resesi global menbuat pasar saham jatuh. Dua komoditas investasi dan perdagangan internasinal, yaitu emas dan minyak mentah pun terkena dampaknya.

Pada perdagangan Kamis (22/9), untuk pengiriman Movember harga minyak West Texas Intermediate merosot hingga US$ 5,22 (6,3%) menjadi US$ 80,70 per barel. Sama halnya, Minyak Brent juga turun US$ 4,87 menjadi US$ 105,49 per barel.

Harga emas yang selama ini dianggap sebagai tempat investasi paling aman juga tak luput dari kemerosotan. Harga emas di pasar spot turun lebih dari 3%, menjadi US$ 1.721 per ounce. Penurunan ini merupakan harga terendah dalam satu bulan.

Kejatuhan harga-harga emas ini merupakan imbas dari menguatnya dolar AS terhadap mayoritas mata uang global. Gejolak harga emas pun kini semakin memperuncing perdebatan tentang keamanan investasi emas.

Kejatuhan harga komoditas ini mengikuti kejatuhan di pasar saham global, tak terkecuali di Wall Street. Pada perdagangan Kamis (22/9), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot di level 10.733,83. Sama halnya Indeks Standard & Poor’s 500 ditutup di level 1.129,56 dan Nasdaq di level 2.455,67.

Penurunan itu dipicu adanya kekhawatiran investor akan terjadinya resesi global setelah Bank Sentral AS mengatakan perekonomian AS menghadapi risiko penurunan yang signifikan. Sementara kebijakan Gedung Putih, ‘Operation Twist’ the Fed yaitu pembelian surat utang jangka panjang senilai US$ 400, dinilai tidak akan berhasil optimal.

Sentimen perdagangan negatif diperburuk setelah China merilis data yang menunjukkan salah satu sektor paling booming, yaitu manufaktur mengalami kontraksi. Sumber: suaramerdeka

Incoming search terms: