Jepara – Pemerintah akan merintis wajib belajar 12 tahun pada 2012 setelah wajib belajar 9 tahun dinilai berhasil. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh.
“Artinya wajib belajar 12 tahun itu mulai kita rintis tahun 2012, artinya kita rintis dahulu sembari nanti kita tunggu kira-kira anggaran 2013-2014. Begitu siap rintisannya, anggaran datang langsung sret,” katanya seusai rapat di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (27/9).
Menurut Nuh, pemerintah telah mengatasi berbagai hambatan dan masalah dalam program wajib belajar 9 tahun. Misalnya, persoalan persoalan biaya.
“Masih kita temui pungutan-pungutan dan sudah bisa kita selesaikan dengan cara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kita naikkan, berarti urusan pembiayaan selesai,” katanya.
Selain itu, menurutnya, masalah ruang kelas yang tidak layak juga menjadi masalah dalam pelaksanaan wajib belajar 9 tahun. Kini pemerintah akan mempercepat rehabilitasi ruang sekolah SD dan SMP yang rusak berat melalui anggaran 2011 dan 2012.
Pemerintah akan melakukan sekitar 153 ribu ruang kelas SD dan SMP yang rusak berat pada 2011 dan 2012. Dana yang dibutuhkan total sebesar Rp 20,4 triliun. Sedangkan masalah guru, pihaknya terus bekerja memperbaiki kualitas.
“Oleh karena itu, persoalan basis yang mendasar insya Allah sudah selesai, tinggal memelihara. Kalau sudah selesai apa mau tidur? kan ndak, oleh karena itu kita merintis untuk 12 tahunnya,” ucapnya. Sumber: suaramerdeka
