Jepara – Striker asal Cile Julio Lopez datang ke Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Senin (3/10) sore. Ia belum berlatih dan baru sekadar dikenalkan dengan personel tim lain. Kedatangannya kian melempangkan jalan untuk bergabung dengan Tim Laskar Kalinyamat.

Lopez pun mengaku tersanjung bila sudah resmi bergabung. “Saya datang ke sini, dengan niat untuk bekerja secara profesional. Merasa lebih senang karena Persijap membutuhkan saya, dan saya juga butuh tim ini,” kata Lopez setibanya di Gelora Bumi Kartini pukul 16.30.

Sebelum Lopez datang, ribuan penonton yang menantinya seakan sudah tak sabar lagi melihat pemain tersebut. Sebagian penonton berteriak dari tribune, meminta manajemen membuktikan serius mendatangkan pemain tersebut. Saat teriakan itu terus bergema, Lopez muncul dan langsung melambaikan tangan untuk penonton.

Begitu memasuki stadion, ia menemui General Manager Persijap Edy Sujatmiko. Penyerang berusia 32 tahun itu juga menyambangi para pemain Persijap saat menepi saat jeda latihan ringan.

Julio Lopez sore tadi baru saja mendarat di Bandara A Yani Semarang. Ia dijemput pihak Persijap dan langsung menuju stadion. Sementara itu istri dan dua anaknya di Hotel Jepara Indah. “Saya masih capek, dan belum bisa latihan. Mungkin besok sore (hari ini) saya sudah berlatih,” kata pemain yang akrab disapa J-Lo itu.

Karena datang dengan motivasi bekerja profesional, maka ia berharap bisa melewati proses negosiasi akhir dengan lancar bersama Persijap. “Saya ingin hari ini tanda tangan kontrak bersama Persijap,” seloroh Lopez sambil melirik Edy Sujatmiko.

Lopez tampil subur bersama beberapa tim yang dibelanya. Bersama PSIS Semarang dalam debutnya, ia mencetak 20 gol. Lalu di PSM Makassar ia membukukan 14 gol, dan bersama Persib (setengah musim) mecetak delapan gol. Dalam dua musim terakhir, ia membela Persiba Balikpapan dengen mencetak 17 gol dan musim lalu menyumbangkan 15 gol untuk Persisam Samarinda.

“Pekerjaan saya adalah berusaha membawa tim menang. Bukan berapa jumlah gol yang cetak, tetapi bagaimana timku bisa menang,” ujarnya.

Berpengalaman di beberapa klub itu, Lopez mengaku tak awam dengan kiprah Persijap. “Ini tim di sebuah kota kecil, tetapi saya merasa tidak mudah bisa mendapatkan poin di stadion ini bersama tim saya (saat itu),” lanjut dia yang juga menilai Persijap adalah salah tim yang cukup nyaman untuk pemain ekspatriat. Sumber: suaramerdeka