Jepara – Tim verifikasi dari Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) seakan tak melewatkan sejengkal pun fasilitas yang ada di Stadion Gelora Bumi Kartini dalam kegiatan verifikasinya, hari ini. Mereka mengapresiasi kualitas lapangan stadion kebanggaan warga Jepara itu, namun memiliki banyak catatan untuk fasilitas indoor-nya.

Manajemen Persijap optimistis bisa lolos verifikasi, karena mengaku mampu memenuhi hal-hal pokok yang dipersyaratkan.

Tim verifikasi dari AFC yang datang ke Gelora Bumi Kartini itu dipimpin Ali Syeikh. Hadir bersamanya Afindi yang menangani bidang keuangan dan legal formal, Benjamin Tan (bagian kompetisi), dan Shahin Rahmani asal Iran yang menangani bidanng media dan komunikasi.

Mereka masuk dan menelisik semua fasilitas ruangan di stadion tersebut. Tampak berkali-kali ia memberi catatan dan berbicara dengan rekannya, serta mengomunikasikannya dengan General Manager Edy Sujatmiko. Seluruh personel manajemen klub dan jajaran komisaris hadir. Mereka presentasi terlebih dahulu sebelum tim verifikasi mengecek satu persatu fasilitas lapangan/stadion.

Edy menyatakan, untuk aspek legal formal, secara umum tanpa masalah. “Kami hanya diminta segera menetapkan nama perseroan terbatas yang baru, setelah memutuskan merger. Kami tingagl menunggu proses jadinya nama PT,” kata Edy.

Selain itu daftar kontrak pemain juga diminta segera dilaporkan. Karena Persijap baru saja memproses, maka data itu akan secepatnya dikirim. “Untuk bidang marketing, kami dinilai bagus,” kata Edy.

Catatan terbanyak ada fasilitas stadion yang butuh tambahan-tambahan. Di antara yang banyak disorot AFC adalah fasilitas untuk media.

Tempat duduk pekerja media di tribune mesti dipisah dengan penonton. Ruang konferensi pers juga perlu diperbaiki, termasuk perlu adanya ruang internet.

Ruangan depan pintu masuk utama diminta disekat, lalu ditempeli logo-logo sponsor klub dan di situ akan menjadi tempat pekerja media berkomuniaksi dengan para pemain kedua tim usai pertandingan dalam bingaki wawancara. “Kami juga diminta menggeser posisi-posisi tertentu utnuk ruang pengawas pertandingan dan wasit,” kata Edy.

Dibahas Exco

Ali Syeikh dari AFC mengatakan catatan dala verifikasi itu akan dibahas lagi dalam rapat Exco AFC di Kuala Lumpur . Proses verifikasi itu juga dilakukan di negara-negara di Asia, dimulai sejak Febrauri mulai dari China, Qatar, dan kini Indonesia. “Setiap klub mesti melakukan perbaikan dari catatan verifikasi ini paling lambat 14 Oktober. Hasil verifikasi dan catatan perbaikan itu akan kami bawa dalam rapat Exco di Kuala Lumpur,” kata Ali Syeikh.

Dia juga menyatakan, verifikasi ini dilakukan dengan standar yang sama, untuk negara-negara di Asia. “Kami nanti

akan sampaikan contoh klub dengan manajemen terbaik, untuk dijadikan contoh klu-klub lain, termasuk Persijap,” ujarnya. Sumber: suaramerdeka

Incoming search terms: